'Hari gelap dalam sepak bola', penyelidikan kemungkinan 'pelanggaran hukum' dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan
Doa bersama pada Minggu (02/10) untuk para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan.
Pemerintah Indonesia mengatakan melakukan penyelidikan tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang yang menelan 125 korban meninggal dan lebih dari 300 luka-luka. Menko Polhukman Mahfud MD mengatakan pemerintah melakukan penelusuran bila kemungkinan ada tindak pidana dalam kejadian ini. Mahfud mengatakan akan mengadakan pertemuan Senin (03/10) dengan kementerian-kementerian terkait untuk mengambil tindakan secepatnya.
Sejumlah langkah yang diambil itu, kata Mahfud termasuk "melakukan penelitian jika kemungkinan ada pelanggaran hukum atau tindak pidana dalam peristiwa itu, rehabilitasi dan penyantunan terhadap korban dan keluarga korban yang sekarang dalam perawatan ataupun akan dikuburkan karena meninggal."
Mahfud juga mengatakan langkah yang diambil termasuk "antisipasi pengelolaan dunia sepak bola ke depan agar menjadi tertib dan lebih beradab dan tidak memberi image jelek di dunia internasional." Tindakan yang diambil, kata Mahfud termasuk meneliti dan menindak "dengan tepat sesuai aturan hukum, siapapun yang sengaja ataupun lalai dalam terjadinya peristiwa ini.
" Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut kejadian pada Sabtu (01/10) menyusul pertandingan antara Arena dan Persebaya itu adalah “hari gelap” dalam sepak bola. Klub-klub Liga Primer Inggris mengungkap duka sementara Liga Spanyol melakukan mengheningkan cipta untuk korban dalam tragedi yang sejauh ini menyebabkan 125 orang meninggal dan lebih dari 300 luka-luka. Jumlah korban meninggal sempat disebutkan mencapai 174 orang karena ada data yang ganda.
Polisi yang menggambarkan kejadian itu sebagai “kerusuhan” mengatakan mereka melepaskan gas air mata untuk memaksa pendukung kembali ke tribun dan setelah dua polisi meninggal. Banyak korban yang terinjak-injak dan tak bisa bernapas karena berdesak-desakan, menurut polisi. Kepolisian juga mengatakan insiden terjadi di gerbang 10 di stadion. Suara teriakan terdengar saat penonton berusaha keluar termasuk perempuan dan anak-anak, menurut salah satu akun Twitter pendukung.
“Dunia sepak bola terkejut menyusul insiden tragis …,” kata Presiden FIFA Infantino. “Ini adalah hari gelap dan tragedi yang sulit dibayangkan bagi semua yang terlibat dalam sepak bola…Duka cita untuk keluarga dan rekan-rekan korban,” tambahnya. Konfederasi Sepak Bola Asia juga menyatakan duka atas jatuhnya korban.
Sejumlah klub Liga Primer, termasuk Arsenal, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur – melalui cuitan – mengungkap “duka mendalam” atas tragedi ini. La Liga dan Federasi Sepak Bola Spanyol sepakat klub-klub akan melakukan mengheningkan cipta selama satu menit sebelum pertandingan hari Minggu (02/10).
Pernyataan dari La Liga menyebutkan mengheningkan cipta dilakukan sebagai “tanda duka cipta kepada rakyat Indonesia, khususnya bagi keluarga korban meninggal dan menghaturkan cepat sembuh bagi yang terluka.” Para pemain dalam pertandingan Espanyol melawan Valencia mengheningkan cipta atas tragedi sebelum kickoff. Asosiasi sepak bola Jerman dan Serie A Italia juga mengungkap duka cita melalui Twitter.
PSSI melalui Sekretaris Jenderal Yunus Nusi mengatakan organisasinya telah “berkomunikasi terus-menerus” dengan FIFA terkait tragedi ini. “Pagi tadi kami sudah menyampaikan laporannya karena FIFA juga meminta laporan,” kata Yunus. Sejauh ini, sebut dia, belum ada keputusan soal sanksi kepada PSSI atau Indonesia.
“FIFA dalam mengambil keputusan tidak terburu-buru. Bisa saja, kalau dipandang perlu, FIFA berkunjung ke Indonesia untuk melihat dan mendengarkan apa yang terjadi dalam Tragedi Kanjuruhan,” sebut Yunus. Dalam kesempatan sama, Yunus juga mengatakan kejadian begitu cepat, sehingga pihak keamanan mengambil langkah tertentu - termasuk menembakkan gas air mata untuk mengendalikan massa. “Sangat begitu cepat kejadian itu sehingga pihak keamanan mengambil langkah, yang tentu dari pihak keamanan telah dipikirkan dengan baik," sebutnya.
Presiden Joko Widodo pada Minggu (02/10) memerintahkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk "mengusut tuntas kasus ini". Jokowi telah memerintahkan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali untuk "melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepak bola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraannya." Sementara ini, kata Presiden Jokowi, Liga 1 akan dihentikan sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan penyelenggaraannya.
"Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini, di masa yang akan datang," tambah Presiden Jokowi. Presiden juga telah memerintahkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk memantau korban luka. "Khusus pelayanan medis bagi korban, yang sedang dirawat di rumah sakit agar mendapatkan pelayanan terbaik," kata presiden.


Komentar
Posting Komentar