Langsung ke konten utama

5 Tempat Nongkrong di Surabaya yang Murah dan "Instagramable"

Kesaksian Aremania saat Polisi Lepas Tembakan Gas Air Mata


Tribun Stadion Kanjuruhan usai tragedi Derby Jatim Sabtu malam.


Malang - Laga Derby Jawa Timur Arema FC kontra Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang berakhir dengan tragedi. Ratusan suporter tewas karena kehabisan napas dan terinjak-injak di tengah kepanikan ribuan massa.
Salah satu Aremania yang saat itu hadir Rangga menyatakan kesaksiannya ketika melihat langsung para personel kepolisian menembakkan gas air mata langsung ke tribun hingga mengenai penonton.

Semua terjadi usai sejumlah penonton turun ke lapangan untuk meluapkan kekecewaan usai tim kesayangannya kalah dengan rival utama Persebaya. Bentrok suporter dengan petugas dijawab dengan tembakan gas air mata.

Rangga mengaku sangat kecewa karena saat bentrok itu aparat menembakkan gas bukan hanya di lapangan tapi juga ke tribun yang masih ramai suporter. Padahal ada cara lain yang bisa dilakukan aparat selain dengan gas air mata.

"Sebenernya kan masih ada Water Canon. Lebih baik. Bukannya gas air mata. Waktu itu saya lihat sendiri yang ditembak itu bukan di tengah lapangan," ujarnya kepada detikJatim, Minggu (10/9/2022).

Rangga mengingat total ada 5 tembakan gas air mata yang dilepaskan oleh aparat keamanan. Dari 5 kali tembakan itu ada 3 gas air mata yang ditembakkan hingga jatuh ke dekat tribun untuk menghalau penonton. Sedangkan 2 lainnya diarahkan langsung ke tribun yang masih penuh penonton.

Rangga menyebutkan detailnya. Dia melihat ada 1 gas air mata yang jatuh di antara tribun 2 dan 4. Selain itu ada 2 gas air mata yang jatuh di antara tribun 10 hingga 13. Lalu ada 2 gas air mata yang ditembakkan dan langsung terjatuh ke tribun 12 dan tribun 14 yang masih penuh penonton.

"Gas air mata ini ditembakkan ke tribun. Saya lihat sendiri di tribun 12 dan 14 itu langsung mengenai kerumunan. Seharusnya itu kan ke udara," terangnya.

Gas air mata yang ditembakkan itu sontak membuat para suporter panik dan berhamburan. Ia juga melihat ada beberapa aparat yang menendang dan memukul suporter.

"Saya yang duduk di VIP juga kerasa pedas dan peri di mata. Padahal VIP tidak ditembak gas air mata, hanya kena asapnya saja. Bayangkan yang langsung ditembak ke kerumunan bagaimana rasanya? Mereka berhamburan panik dan bisa dibayangkan pintu keluar tribun itu kecil," kata Rangga.

Soal tembakan gas air mata ke tribun usai sejumlah suporter turun ke lapangan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Polri akan melakukan audit prosedur operasional standar atau SOP yang diterapkan para personel.

"Tim tentunya akan mendalami terkait SOP dan tahapan-tahapan yang telah dilakukan oleh Satgas atau pun tim pengamanan yang melaksanakan tugas pada saat pelaksanaan pertandingan. Tentunya tahapan-tahapan yang ada akan dilaksanakan audit," katanya di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (10/9/2022).

Kapolri memastikan tim yang ia terjunkan ke lokasi akan menangani Tragedi Kanjuruhan itu akan mendalami semua hal. Hasil pendalaman itu akan menjadi bagian dari proses investigasi yang dilakukan.

"Kemudian kami juga mendapatkan informasi upaya penyelamatan terhadap pemain dan ofisial Persebaya dan Arema FC. Semuanya akan kami dalami dan ini akan menjadi bagian dari investigasi secara tuntas baik dari penyelenggara, dari sisi pengamanan, dan pihak-pihak yang terlibat," katanya.

Tidak hanya itu polisi juga akan melaksanakan pemeriksaan terhadap pihak lain yang dianggap terlibat dalam penyelenggaraan laga Arema FC kontra Persebaya.

"Kami akan periksa pihak-pihak yang memang perlu kami lakukan pemeriksaan untuk menuntaskan dan memberikan gambaran peristiwa yang terjadi dan tentunya siapa nanti yang harus bertanggung jawab dalam proses yang kami lakukan. Kalau di kepolisian (ada) proses pidana, tentu siapa yang harus kami proses (pidana)," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Tempat Nongkrong di Surabaya yang Murah dan "Instagramable"

  Ibu kota Provinsi Jawa Timur, Surabaya, adalah salah satu kota metropolitan yang memiliki banyak tempat nongkrong. Tempat nongkrong di Surabaya bisa menjadi pilihan tepat untuk bersantai dan menghindari kepenatan sejenak. Dikutip dari KBBI, nongkrong atau menongkrong merupakan istilah untuk menyebut kegiatan berkumpul bersama teman-teman di suatu tempat. Kegiatan ini melibatkan percakapan segala hal, mulai dari yang remeh sampai serius. Bagi yang tengah mencari tempat nongkrong murah meriah dengan tampilan yang Instagramable di Surabaya, berikut rekomendasinya: 1. Blackbarn Cafe BlackBarn Coffee merupakan tempat nongkrong di Surabaya Pusat dengan nuansa industrial. Kafe ini cocok untuk tempat bersantai, berbincang dengan teman, bahkan belajar atau bekerja karena memiliki akses internet cukup kencang. Dilansir dari Kompas.com, Blackbarn Cafe menawarkan berbagai menu minuman dan makanan dengan kisaran harga di bawah Rp 50.000 per porsi. Adapun, lokasi kafe ini berada di Jalan Untun...